Pentingnya Foreplay

Menurut pakar hubungan kenamaan asal Amerika, Dr. Phil, rata-rata pria membutuhkan waktu 2,8 menit dari awal terangsang hingga terjadinya ejakulasi. Sementara bagi wanita, dibutuhkan waktu 14 menit dari awal terangsang hingga terjadinya orgasme.

Karena inilah pria cenderung to the point saja dalam hal melepaskan “tembakannya”. Sementara kadang wanita duduk termangu dan tak terpuaskan ketika si pria sudah terkulai lemas atau tertidur di sisi istri. Maka dari itu, ide untuk foreplay ini sangat penting bagi wanita agar bisa mencapai puncak bersama sang suami, dan tak merasa ditinggalkan. Diperlukan kesadaran, toleransi, dan kesabaran dari suami untuk mau mengiring Anda mencapai puncak.

Foreplay bisa mencakup banyak kegiatan, termasuk pelukan, memanjakan, membuka kancing baju satu per satu, berciuman, menjilat, menghembuskan nafas di kuping, bermain-main di kuping, memberikan gigitan-gigitan kecil, bahkan seks oral. Tak ada urutan pasti apa yang harus dilakukan saat melakukan foreplay. Intinya hanyalah untuk mengerti apa yang membuat Anda merasa nyaman, dan memberikan Anda sentuhan-sentuhan atau stimulasi yang membawa Anda mendapatkan kenikmatan. Cara mendekati setiap wanita (juga pria) berbeda, namun yang pasti semua harus berawal dari otak. Wanita akan merasa tersipu dan senang jika si pria memujinya. Bisa dengan mengatakan betapa cantiknya Anda, betapa seksinya, atau harum rambutnya. Wanita akan merasa lebih percaya diri ketika penampilannya dipuji.

Mengapa pemanasan penting? Pria yang senang memeluk dan mencium tubuh dan wajah istrinya mengetahui bagaimana menikmati sensitifnya pemanasan akan mengantarkan pasangannya untuk menikmati senggama lebih baik, plus akan membuat istri mencapai orgasme lebih mudah. Kebanyakan wanita perlu stimulasi rangsangan lebih lama untuk bisa mencapai titik kenikmatan, dan pemanasan adalah jalan menuju ke sana.

Untuk mempelajari pentingnya pemanasan, Anda harus pandai-pandai mengatur mood. Langkah pertama adalah dengan memperhatikan detil-detil romantisnya. Menciptakan situasi tepat untuk bercinta penting dilakukan, khususnya ketika usia pernikahan sudah mencapai usia dewasa. Contohnya, dengan menciptakan ruangan hangat, cahaya temaram, dan seprai baru yang bersih dan wangi. Ketika suasana sudah membuat Anda merasa nyaman, mulailah beraksi dengan saling membuka pakaian dengan sesekali menghujani Si Dia dengan ciuman-ciuman menggemaskan. Mainkan jari-jemari Anda. Banyak pasangan mengakui ritual menelanjangi pasangan perlahan-lahan menimbulkan erotisme, menstimulasi, dan membuat suasana semakin mendebarkan. Kebanyakan pria senang untuk langsung menuju “titik pusat bagian bawah”. Sementara wanita menyukai jika pasangan membuatnya merasa cantik dengan pujian-pujian, serta ciuman di sekujur tubuhnya. Maka, jangan ragu untuk memberitahunya apa yang Anda sukai, bisa dengan bisikan-bisikan tentang bagian apa pada tubuh Anda yang ingin disentuh atau dicium.

Pemanasan adalah waktu yang tepat untuk Anda dan pasangan saling mengeksplorasi gerakan-gerakan yang merangsang diri masing-masing. Jangan malu, tanyakan feedback, beri pujian jika usahanya untuk membuat Anda terangsang ternyata sukses. Atau katakan betapa Anda menyukai gerakan-gerakan yang dulu sering ia lakukan namun sekarang sudah jarang. Pasangan akan mendapatkan keuntungan dengan saling terbuka dan berkomunikasi selama pemanasan dan ketika bercinta. Sebagai aturan pokok, jika secara seksual ia merasa terpuaskan, dia juga akan memastikan Anda merasakan hal yang sama. Ingatlah, latihan membuat segalanya lebih baik.

(Sumber: askmen , Kompas, Senin, 23/3/2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s