Conjugate Gaze Palsy

Pada Conjugate Gaze Palsy, kedua mata tidak dapat bergerak dalam satu perintah (sisi ke sisi, ke atas, atau ke bawah) pada waktu bersamaan.

Conjugate Gaze Palsy lebih sering mempengaruhi pandangan horizontal (melihat ke samping). Pandangan ke atas kurang dipengaruhi, dan pandangan ke bawah bahkan sedikit dipengaruhi. Orang bisa memastikan bahwa mereka tidak dapat melihat pada arah tertentu.

PENYEBAB

Conjugate Gaze Palsy: penyebab yang paling sering adalah kerusakan batang otak, seringkali oleh stroke. Seringkali, kelumpuhan tersebut adalah sepenuhnya dan berat. Di mana, mata tidak dapat bergerak menuju ke samping sepenuhnya. Kelumpuhan juga bisa disebabkan kerusakan bagian depan otak besar, biasanya oleh stroke. Kelumpuhan yang dihasilkan tidak seberat yang disebabkan oleh kerukan batang otak, dan gejala-gejala seringkali berkurang dengan berjalannya waktu.

Kelumpuhan pandangan vertical : pandangan ‘vertikal berangsur-angsur menurun ketika tua, tetapi kelumpuhan pandangan ‘vertikal lebih berat dibandingkan perubahan yang berhubungan dengan usia. Biasanya, pandangan ke atas terkena. Penyebab paling sering adalah kerusakan menuju bagian atas tangkai otak (midbrain), biasanya oleh stroke atau tumor.

Pupil biasanya besar (membesar). Pada reaksi terhadap cahaya, mereka bisa menekan lebih lambat dan kurang sempurna dibandingkan normal. Ketika orang berusaha untuk melihat ke atas, mata bergerak cepat pada satu perintah, kemudian lambat menyimpang pada perintah lainnya. Ketidaksengajaan ini, gerakan mengedipkan mata disebut nystagmus.

Jika pandangan ke bawah tetapi bukan pandangan ke atas yang lumpuh, penyebabnya biasanya kelumpuhan supranuclear progressive.

Diffuse Axonal Injury – Sebabkan Hilang Kesadaran

Diffuse axonal injury adalah luka yang menyebar menuju axons, bagian dari sel saraf pada otak.

PENYEBAB

Impul saraf meninggalkan sel saraf melalui bagian pada sel saraf disebut axon. Pada luka axonal yang berlangsung lama, axons melalui otak adalah rusak. Penyebab Diffuse axonal injury yang sering termasuk jatuh dan kecelakaan kendaraan bermotor. Diffuse axonal injury bisa menyebabkan sindrom bayi berguncang, dimana guncangan keras atau terlemparnya seorang bayi menyebabkan luka otak. Akibatnya Diffuse axonal injury, sel otak bisa mati, menyebabkan pembengkakan otak, meningkatkan tekanan di dalam tengkorak. Peningkatan tekanan bisa menutup luka dengan mengurangi suplai darah menuju otak.

GEJALA

Diffuse axonal injury biasanya menyebabkan kehilangan kesadaran yang berlangsung lebih dari 6 jam. Kadangkala orang tersebut mengalami kerusakan pada daerah khusus pada otak. Peningkatan tekanan di dalam tengkorak bisa menyebabkan koma. Computed tomography (CT) scans atau magnetic resonance imaging (MRI) biasanya dilakukan untuk mendeteksi Diffuse axonal injury.

PENGOBATAN

Diffuse axonal injury diobati dengan alat umum yang digunakan untuk mengobati semua jenis luka kepala. Operasi sangat tidak membantu.

Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)


Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm) adalah kejang tidak disadari yang tidak terasa sakit pada salah satu bagian wajah disebabkan kerusakan syaraf cranial ke-7 (syaraf wajah). Syaraf ini menggerakkan otot wajah, merangsang kelenjar ludah dan air mata, dan memungkinkan bagian depan lidah untuk mengetahui rasa.

Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm) mempengaruhi pria dan wanita tetapi lebih sering terjadi pada usia pertengahan dan wanita yang lebih tua.

Kejang tersebut kemungkinan disebabkan oleh kelainan posisi arteri atau simpul pada arteri yang menekan syaraf cranial ke-7 dimana terdapat batang otak.

GEJALA

Otot pada salah satu bagian wajah tidak sengaja kejang, biasanya diawali dengan kelopak mata, kemudian menyebar menuju pipi dan mulut. Kejang kemungkinan sementara pada awalnya tetapi bisa jadi hampir berlanjut. Gangguan tersebut pada hakekatnya tidak menyakitkan tetapi bisa memalukan.

DIAGNOSA

Diagnosa tersebut dibuat ketika dokter melihat kejang. Magnetic resonance imaging (MRI) harus dilakukan untuk memeriksa tumor, kelainan struktur lain, dan bukti pada multiple sclerosis. Biasanya, MRI bisa mengenali kelainan simpul pada tekanan arteri melawan syaraf tersebut.

PENGOBATAN

Botulinum toxin adalah obat yang dipilih. Hal ini disuntikkan ke dalam otot yang terkena. Obat-obatan yang sama digunakan untuk mengobati trigeminal neuralgia-antidepreasn carbamazepine, gabapentin, phenytoinome baclofen, dan trisiklik bisa membantu. Jika pengobatan menggunakan obat-obatan tidak berhasil, operasi kemungkinan dilakukan untuk memisahkan kelainan arteri dari syaraf dengan menempatkan busa kecil diantaranya.

Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders)

Gangguan pada saraf tengkorak ke-12/saraf hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders) menyebabkan kelemahan atau susut (atropi) pada lidah pada bagian yang terkena. Saraf ini menggerakkan lidah.

PENYEBAB

Penyebab gangguan pada saraf Hypoglossal termasuk sebuah tumor atau kelainan tulang pada pangkal tengkorak, stroke, infeksi pada batang otak, atau luka pada leher, seperti yang disebabkan pada operasi pengangkatan pada penyumbatan dari arteri di leher (endarterectomy). Anmyotropgic lateral sclerosis (penyakit Lou Gehrig) bisa juga merusak saraf hypoglossal.

GEJALA

Lidah tersebut menjadi lemah pada bagian yang terkena dan secepatnya merana (atropi). Akibatnya, orang mengalami kesulitan berbicara, mengunyah, dan menelan. Kerusakan disebabkan oleh amyotrophic lateral sclerosis membuat tipis, gerakan memutar yang halus (fasciculation) pada permukaan lidah.

DIAGNOSA

Magnetic resonance imaging (MRI) biasanya dilakukan untuk melihat tumor atau bukti pada stroke. Ketukan tulang belakang (tusuk sakit pinggang kemungkinan diperlukan jika kanker atau infeksi adalah mungkin).
PENGOBATAN

Pengobatan tergantung pada penyebabnya.